Sabtu, 30 April 2016

Contoh Teks Fabel

                                           “Kisah Kambing dan Buaya”

           Pada zaman dahulu, di suatu padang rumput yang hijau dan subur, hiduplah enam ekor kambing yang masing-masing mempunyai nama dan sifat yang berbeda. Kambing-kambing itu bernama Bejo yang memiliki sifat periang, gagah, dan pemberani, Tao yang memiliki sifat gagap dalam berbicara, Kai yang memiliki sifat rakus, Suho yang memiliki sifat baik hati , Luhan yang memiliki sifat dermawan, serta Sehun yang suka menasehati orang. Para kambing tersebut di pimpin oleh seorang pemimpin yaitu Bejo. Bejo di pilih menjadi pemimpin karena Bejo memiliki sifat pemberani, serta gagah perkasa yang bisa menjaga anggotanya. Disamping padang rumput tersebut, terdapat sebuah sungai yang dihuni oleh enam ekor buaya. Buaya-buaya tersebut juga memiliki nama dan sifat yang berbeda, yaitu Kartonom yang memiliki sifat bodoh, Kartotuyeng yang memiliki sifat   sombong, Markonah yang memiliki sifat gemar menyanyi , Kardusi yang memiliki sifat cerdik ,Kartowol yang memiliki sifat tidak penyabar , Karbintul yang memiliki sifat rakus dan sombong. Kartotuyeng adalah pemimpin dari keenam buaya tersebut. Cerita di mulai saat Kai sedang makan rumput, tiba-tiba Kai tersedak, "Uhuk uhuk uhuk". Bejopun menyuruh Suho untuk mengambil air di sungai, "Suho, bergegaslah untuk mengambil air di sungai untuk Kai".

            Sesampainya di sungai, Suhopun mengambil air, tiba-tiba munculah enam ekor buaya di permukaan sungai yang akan menyerang Suho. Si buaya Kartotuyengpun berkata, "Siapapun yang datang ke sungai ini, akan aku makan". Karbintul berkata, "Santapan lezat". Suhopun melihat keenam buaya tersebut dengan amat ketakutan. Saat sekawanan buaya menyerang Suho, Suhopun bergegas untuk kembali ke padang rumput. Suhopun langsung memberikan air yang dibawanya kepada Kai. Air tersebutpun langsung di minum oleh Kai. Segerombolan kambing tersebut kelaparan, sampai-sampai Bejo berkata, "Jangan sampai badanku yang besar dan gagah ini kurus". Akhirnya, segerombolan kambing tersebut melihat rumput yang subur dan segar. Merekapun ingin menuju ke sana dengan menyeberangi sungai, tetapi di dalam sungai tersebut ada sekawanan buaya. Merekapun berencana untuk menyeberang sungai dengan cara bekerja sama. Satu demi satu kambing menyeberangi sungai untuk memancing perhatian buaya. "Lihat, disana ada santapan lezat, ayo cepat kita kesana", ujar si buaya Kartotuyeng. Kartonompun melihat seekor kambing menyeberangi sungai, Kartonompun memberi tau kepada kawan-kawannya, "Lihat...di sana ada kambing yang menyeberang". Kartotuyengpun berkata kepada Kartonom , "Janganlah kambing yang itu, itu kambingnya kurus, sia-sia jika kita memakannya". Satu demi satu kambing menyeberangi sungai yang membuat buaya-buaya tersebut kebingungan.
           Saat semua kambing akan sampai di padang rumput yang mereka incar, semua kambingpun senang dapat menyeberangi sungai dengan aman. Akhirnya, sekawanan buaya tersebut saling menyalahkan satu sama lain atas tindakan kambing. "Ini salah kalian semua, jika kalian mematuhi perintahku, kita sudah dapat seekor kambing yang besar", ujar Kartotuyeng.
Kartonompun berkata, "Ini semua salah Markonah".
Kardusipun berkata, "Ini semua salah Kartonom, jika Kartonom tidak begitu, kita akan mendapatkan kambing-kambing itu". Merekapun saling menyalahkan satu sama lain.

            Akhirnya segerombolan kambing tersebut berhasil menyeberangi sungai karena dengan bekerja sama satu sama lain. Dan akhirya, kambing-kambing itupun selamat dari serangan sekawanan buaya.